Peningkatan kapasitas guru Al-Qur'an dapat dilakukan melalui pelatihan intensif (metode, pedagogik), pendidikan lanjutan, studi banding di KKG/Komunitas, penelitian, penerapan teknologi, serta pengembangan kompetensi profesional (pedagogik, personal, sosial) agar mampu membimbing murid membaca dengan baik, benar, dan mengamalkan nilainya secara aplikatif.
Strategi Peningkatan Kapasitas
Pelatihan dan Workshop:
Metode Pengajaran: Mengikuti pelatihan metode baru (misal: metode Iqra') dan teknik pembelajaran efektif (demonstrasi, praktik langsung).
Penguatan Literasi Al-Qur'an: Mengikuti program seperti Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ) dari Kemenag untuk memetakan dan meningkatkan kemampuan baca guru sendiri.
Pengembangan Pedagogik: Meningkatkan kemampuan mengajar, memotivasi, dan mengevaluasi murid.
Pengembangan Profesional Berkelanjutan:
Bergabung dengan Komunitas: Aktif di Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Komunitas Guru untuk berbagi pengalaman dan ilmu.
Pendidikan Lanjutan: Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam keilmuan.
Membaca dan Menulis: Menjadikan banyak membaca sebagai kebiasaan dan aktif menulis karya ilmiah atau praktik baik.
Peer Observation: Melakukan observasi dan evaluasi bersama rekan sejawat untuk perbaikan.
Penerapan Nilai dan Teknologi:
Aplikasi Nilai Al-Qur'an: Mengajarkan nilai-nilai Al-Qur'an secara relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Integrasi Teknologi: Memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran untuk membuat suasana lebih menarik.
Peran Guru sebagai Teladan dan Motivator:
Menjadi Contoh (Teladan): Menunjukkan sikap dan akhlak mulia sebagai panutan murid.
Motivasi dan Apresiasi: Memberikan dorongan, pujian, dan kasih sayang tulus untuk membangkitkan semangat belajar murid.
Hasil yang Diharapkan
Peningkatan kualitas baca Al-Qur'an murid (benar dan baik).
Peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an oleh murid.
Guru lebih percaya diri, termotivasi, dan profesional.